::resensi novel-> cinta menyapa dalam badai::

Rianto Sudirman adalah seorang dokter yang sudah sangat dikenal oleh banyak orang dan merupakan salah satu dokter yang paling banyak dicari pasien. Dia banyak dicari pasien karena dia adalah dokter yang paling sabar dan telaten mendengarkan keluhan pasien, dia juga seorang humoris yang ramah. Walaupun terkenal, sifatnya rendah hati dan sangat jauh dari kesombongan. Umur tiga puluh lima tahun dia jalani dengan lika-liku hidup yang tentram dan damai bersama Ibunya, walaupun sudah berumur tapi Rianto belum menikah. Sampai akhirnya pada suatu saat yang berbahagia, dia bertemu dengan seorang gadis bernama Anggun Pitaloka atau biasa dipanggil Anggi. Anggi sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Komunikasi (FIKOM) yang cantik jelita. Dia adalah putri seorang pengacara terkenal dan pacar seorang pemakai obat-obatan terlarang (narkoba) yang bernama Yuda. Cara mereka berpacaran cukup aneh dan sangat jauh berbeda dengan orang lain. Yuda terkadang bersikap sangat kasar terhadap Anggi, dia bahkan berani untuk memukul Anggi. Sungguhpun demikian, Anggi tetap mencintai Yuda walaupun sering disakiti .

Yuda sendiri adalah seorang pecandu obat-obatan terlarang yang cukup berat. Karena lingkungan pergaulan Yuda yang kurang baik itu akhirnya Anggi ikut memakai obat–obatan terlarang. Bahkan ketika mereka sedang mengadakan pesta obat-obatan terlarang, tanpa sadar Anggi melakukan hubungan intim dengan Yuda malam itu. Kejadian itu membuat Anggi sangat khawatir sekali, dia takut bahwa dirinya akan hamil.

Kekhawatiran Anggi pun semakin terbukti setelah dia memakai alat tes kehamilan, hasil tes menunjukan bahwa Anggi positif hamil. Setelah dia tahu bahwa dirinya tengah menyimpan benih cinta Yuda, Anggi pun bermaksud mendatangi Yuda dan ingin Yuda mempertanggungjawabkan anak yang ada di dalam perutnya. Malang bagi Anggi karena dia tidak dapat bertemu dengan Yuda. Menurut kabar yang Anggi dapat, Yuda dibawa oleh bapaknya ke Amerika untuk menjalani proses pengobatan rehabilitasi akibat over dosis obatan-obatan terlarang.

Karena rasa takutnya akan aib yang ia lakukan begitu tinggi, Anggi pun mencoba merayu Rianto agar mau menikah dengannya. Dia berharap bahwa Rianto akan menjadi ayah dari bayi yang tengah dikandungnya. Perilaku Anggi yang terlampau aneh membuat Rianto merasa curiga pada Anggi karena Anggi ingin menikah dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya. Setelah Rianto mengorek-ngorek keterangan yang pasti, Rianto akhirnya tahu bahwa Anggi tengah mengandung seorang anak dalam perutnya. Karena rasa iba dan rasa sayang Rianto pada Anggi, Rianto pun akhirnya menikahi Anggi, walaupun dia sudah mengetahui bahwa bayi yang tengah dikandung Anggi bukanlah darah dagingnya.

Selang beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang anak laki-laki dari kandungan Anggi yang diberi nama Yos. Yos pun dibesarkan oleh Rianto dan Anggi dengan penuh kasih sayang layaknya orang tua pada anak kandungnya. Namun sangat tak disangka-sangka, beberapa tahun kemudian, setelah Yos sudah agak besar, Yuda datang mendatangi Anggi bermaksud untuk meminta anaknya kembali karena dia sangat yakin bahwa anak Anggi adalah darah dagingnya. Perbuatan yang dilakukan Yuda tentu saja membuat Anggi marah, dia pun mengusir Yuda. Pengusiran terhadap Yuda membuat Yuda sering melakukan teror terhadap Anggi.

Di tengah-tengah konflik yang sedang Anggi hadapi, ternyata datang konflik lain yang tak kalah hebatnya. Ketika itu, Rianto yang sedang mengoperasi pasien berpenyakit HIV/AIDS terluka akibat gunting operasi. Kejadian itu membuat Rianto sangat khawatir, dia takut dirinya mengidap penyakit HIV/AIDS. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Setelah diperiksa ternyata Rianto positif mengidap penyakit HIV/AIDS, namun pada saat itu dia tidak memberitahukan kepada Anggi bahwa dirinya terkena penyakit HIV/AIDS. Sejak hasil pemeriksaan penyakit HIV/AIDS itu diketahui oleh Rianto, Rianto kemudian meminta cerai ke Anggi. Anggi yang saat itu tengah dirundung masalah pribadinya dengan Yuda menjadi salah paham terhadap perkataan Rianto, Anggi mengira bahwa Rianto telah mengetahui hubungannya dengan Yuda dan tahu bahwa Yos adalah darah daging dari Yuda.

Karena penyakit HIV/AIDS yang dideritanya semakin parah, Rianto pun dirawat di rumah sakit. Namun kejadian buruk pun terjadi ketika Anggi menjenguknya. Tak disangka, Yuda datang untuk mengajak Anggi pergi dari rumah sakit dengan perlakuannya yang kasar. Karena perlakuannya yang kasar, Anggi mencoba memberontak dan tanpa sengaja Anggi mendorong Yuda dengan keras hingga jatuh kebawah. Rianto yang menyaksikan kejadian tersebut memberikan suatu pengakuan terhadap polisi bahwa dia yang mendorong Yuda hingga tewas.

Akhirnya Rianto dibawa ke pengadilan untuk diadili. Sebelum Rianto divonis hukuman oleh hakim, tiba–tiba dia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Detik–detik terakhir saat menjelang maut menjemputnya, Rianto mempunyai keinginan untuk bertemu dengan Anggi. Akhirnya setelah lama menunggu, Anggi pun datang. Kejadian ini berlangsung dramatis karena Rianto meninggal saat Anggi datang.

Selang beberapa waktu setelah Rianto dimakamkan, Anggi pun mengaku di hadapan polisi bahwa dialah yang membunuh Yuda . Pengakuan yang dibuat Anggi membuat Anggi dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

9 responses to “::resensi novel-> cinta menyapa dalam badai::

  1. Sip nih resensinya. Kebeneran baru selese baca dan gerigitan pengen baca buku 2-nya. Ditambah ada tugas resensi dan yang bakal kupake ya novel ini. Ngeliat post ini jadi punya inspirasi gimana resensi-ki nanti. Thanks ya udah ngasih inspirasi buat resensiku ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s