::kenapa harus peduli?????????????::

Sebuah paparan mengenai PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN…

Apa yang akan disampaikan disini merupakan sebuah wacana, yang hanya akan menjadi wacana ketika pembaca tidak melakukan apapun untuk sebuah perubahan. Waktu yang setiap saat berjalan merupakan bagian dari perubahan. Ya, perubahan itu akan tetap terjadi, cepat ataupun lambat, baik atau buruk, kita hanya tinggal memilih, apakah kita akan menjadi bagian perubahan yang baik ini atau tidak, maka mungkin inilah saatnya kita untuk memilih.

 

Apakah yang terlintas dalam benak kita saat kita mendengar kata ‘pembangunan’?

Mungkin beberapa dari anda akan berpikir mengenai korupsi, tender, dan sebagian lainnya mungkin akan berpikir mengenai kesempatan kerja, kesejahteraan, dan lain sebagainya. Pembangunan tentunya tidak hanya sesuatu yang bersifat fisik, lebih dari itu, pembangunan adalah upaya transformasi kesejahteraan masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Bahkan konsep pembangunan sendiri telah disempurnakan menjadi sebuah konsep ‘Pembangunan Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan’. Hal ini telah dirumuskan dengan baik oleh bapak-bapak bangsa kita dalam Undang-undang (UU) no. 23 tahun 1997 mengenai pengelolaan lingkungan hidup yang berbunyi bahwa pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Kalimat yang sempurna untuk mengambarkan sebuah cita-cita yang mulia. Namun sayangnya, hal ini belum menjadi sebuah kenyataan, masih sebuah prasasti dalam kitab pemerintahan kita.

Saat ini, Indonesia harus puas menempati urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia dalam tingkat daya saing negara (Data The World Economic Forum, Swedia, 2000). Tingkat kemiskinan pun mencapai angka 37 % di tahun 2000. Selain itu, Human Development Index (HDI), sebuah penilaian (assessment) terhadap komposisi peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan yang dilakukan di Indonesia menunjukkan prestasi yang cukup menyedihkan, Indonesia hanya berada pada urutan 112 (dari 174 negara di dunia).

Dan apakah pembangunan yang sudah berjalan hingga saat ini sudah membuat kita mandiri? Lagi-lagi jawabannya belum. Sampai saat ini, ketergantungan bangsa ini terhadap bangsa asing luar biasa besar. Bahkan blok cepu pun dilepas dengan cuma-cuma. Apakah itu arti sebuah kemandirian bangsa yang besar? Jelas tidak. Sekarang Indonesia semakin kehilangan arah, bahkan minyak pun perlu didatangkan dari luar negeri ini.

Semakin menyedihkan ketika kita mengetahui bahwa Indonesia ini menjadi negeri limbah, mulai dari pencemaran sungai di berbagai daerah, sampah yang tidak pernah hilang, limbah yang semakin menjamur. Selain itu, kelangkaan air bersih, kekeringan, bencana banjir, lumpur LAPINDO, ledakan gas bojonegoro, dan pencemaran udara yang disebabkan oleh industri dan emisi kendaraan bermotor kini telah menjadi tumpukan tugas besar untuk para cucu kita. Padahal semua orang tahu bahwa efek dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat berakibat hilangnya nyawa.

Untuk pencemaran udara saja, WHO di tahun 2003 menyebutkan bahwa lebih dari 3 juta jiwa meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh pencemaran udara. Dalam hitungan tahun, 55 juta orang atau sekitar 5 % dari angka mortalitas dapat meninggal karena masalah pencemaran udara. Belum lagi masalah penyakit yang rentan menyerang manusia, seperti kanker paru-paru, asma, TBC, cardio vaskuler disease dan “chronic obstructive pulmonary disease”. Akibatnya, kehidupan yang produktif diperpendek oleh masalah kesehatan yang disebabkan oleh menghirup udara yang kotor.

Dan ternyata, Indonesia pun tidak belajar banyak untuk dapat mengelola kekayaan sumber hayatinya. Kenapa? Karena saat ini kebakaran hutan dianggap sebagai musibah regional yang biasa terjadi secara rutin, hutan yang menipis dianggap sebagai bagian investasi lain, dan pantai yang tercemar pun dianggap sebagai hal yang lumrah saat ini. Jelas sekali, kita sedang menghadapi tantangan terbesar dalam pembangunan, yaitu

1. Kerusakan lingkungan (dalam hal ini Sumber Daya Alam)

2. Kemiskinan

 

Sekarang adalah waktunya kita untuk berpikir, apakah kita harus berhenti membangun atau paradigma pembangunan kita yang harus diubah?

 

Ketertinggalan kita atas bangsa-bangsa lainnya bukan karena kita tidak mempunyai sumber daya alam, namun karena kita tidak bisa mengelolanya dengan baik sehingga eksploitasi terus berlanjut tanpa adanya kesinambungan dari hasil pembangunan tersebut. Kita sering berpikir secara kapital untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi dari Gross National Product (GNP) dengan tanpa sadar menafikan nilai sumber daya alam. Akhirnya, sumber daya alam hanya dijadikan sebagai barang modal saja. Padahal, tanpa kita sadari kualitas lingkungan kita semakin menurun. Siklus perekonomian sendiri tidak memperhatikan pengelolaan sumber daya alam secara terpadu untuk menjaga ketersediaannya.

Manusia sebagai makhluk hidup seharusnya menyadari betul adanya limit of growth (adanya keterbatasan daya dukung alam ini yang apabila kapasitas daya dukung ini terlampaui maka COST (biaya) akan meningkat drastis hingga ke titik yang manusia tidak akan sanggup memikulnya (contoh: kayu, air minum, udara). Jangan sampai Indonesia miskin karena ketidakadilan kita dalam mengelola sumber daya alam ini.

Pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan adalah sebuah konsep dimana pembangunan yang dilakukan tidak hanya memakai sudut pandang antroposentris, tetapi dengan memakai sudut pandang biosentris. Bahwa dalam sebuah kehidupan, banyak terdapat ekosistem-ekosistem yang saling berkaitan dan saling menunjang satu sama lain. Patut menjadi catatan disini bahwa manusia pun adalah bagian dari ekosistem yang besar ini. Jadi, manusia pun harus membangun keharmonisan dengan ekosistem lainnya.

Berangkat dari hal tersebut, penentuan fokus dalam pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan merupakan hal yang penting. Berdasarkan konsep Millennium Ecosystems Assesment, beberapa aspek besar yang bisa mulai kita benahi diantaranya

1. Penyediaan sumber daya air bersih, meliputi pengolahan air minum, sanitasi, sarana irigasi dan drainase.

2. Penghematan energi, meliputi program green technology yang sedang digalakkan

3. Pengaturan dan pembuatan regulasi mengenai pengelolaan sumber daya alam yang terintegrasi dan terpadu.

Selain beberapa aspek besar yang perlu dibenahi, kita pun sebenarnya bisa memulai dengan lingkungan terkecil di sekitar kita. Oleh karena itu, mulailah dari hal yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari sekarang, kita wujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Mulailah dengan rumah kita dengan mengelola sampah-sampah, menanam pohon di halaman rumah, mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, mengurangi produk plastik, menggunakan kertas reuse, mengelola sampah kertas, dan lain sebagainya. Jadikanlah kita sebagai contoh bagi orang-orang di sekitar kita. Satu hal yang pasti…

Mengelola Lingkungan memang memerlukan biaya,

Namun tidak mengelola akan menelan biaya tak terkira,

Di masa kini,

Apalagi nanti …

 

::selamatkan bumi ini karena bumi inilah

anugerah terbesar yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam hidup ini::

Disampaikan dalam SEMINAR HIMASITH: TRIBUTE TO EARTH

2 responses to “::kenapa harus peduli?????????????::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s