Menulis adalah Kehidupan

Melihat betapa banyaknya orang yang menulis melalui media apapun membuat saya menjadi termenung sejenak. Bahwa dalam dunia ini, menulis merupakan suatu bentuk kehidupan. Hal itu menjadi sebuah apresiasi dan ekspresi dari seseorang menulis.
Banyak orang yang menulis sebagai bagian dari ekspresi kehidupannya dan itulah kehidupan. Kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang senantiasa bergerak untuk menunjukkan eksistensinya. Makhluk hidup dapat dikatakan mati ketika dia tidak bergerak. Tarian jari ketika menulis merupakan wujud manifestasi dari bentuk kehidupan. Lebih dari itu, dia merupakan curahan pemikiran dari penulis untuk orang lain yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Menjadi menyenangkan ketika kita mempunyai ruang untuk berekspresi, apalagi hal yang kita ekspresikan merupakan hal yang bermanfaat bagi orang lain karena sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Siapapun kita, rasanya menyenangkan bila kita dapat memberikan pada orang lain, sekecil apapun itu. Termasuk lewat kegiatan menulis itu sendiri. Jadikan hidup kita sebagai inspirasi bagi orang lain.

2 responses to “Menulis adalah Kehidupan

  1. mungkin tidak setiap tulisan diniatkan sebagai bentuk kehidupan, juga bukan untuk menginspirasi siapapun. thx na, inspire nih. jadi inget, tausiyah waktu rapat. ‘senyummu di depan saudaramu adalah sedekah’, kata hadits mah (lupa periwayatnya). nah kalo kaga diniatin buat sedekah nilainya sama ga yak? =P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s